Definisi Survival
Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi.
Survival adalah suatu tindakan yang paling awal yang dilakukan oleh setiap makhluk yang hidup untuk mempertahankan hidupnya dari berbagai ancaman, survival adalah perjuangan agar tetap hidup. Nah yang
akan kita bahas di sini yaitu survival menurut pecinta alam:
S : Sadar dalam keadaan gawat darurat
U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R : Rasa takut dan putus asa hilangkan
V : Vitalitas tingkatkan
I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V : Variasi alam bisa dimanfaatkan
A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L : Lancar, slaman, slumun, slamet
Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah
arti survival ini, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang
perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah "STOP" yang
artinya :
S : Stop & seating / berhenti dan duduklah
T : Thinking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang
harus dilakukan
Mengapa Ada Survival?
Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia
untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi.
Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :
• Keadaan
alam (cuaca dan medan)
• Keadaan
mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
• Keadaan
diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)
Banyaknya kesulitan-kesulitan biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan
kita sendiri.
Kembali ke atas kebutuhan survival yang harus dipunyai oleh
seorang survivor yaitu:
1. Sikap mental
- Semangat untuk tetap hidup
- Kepercayaan diri
- Akal sehat
- Disiplin dan rencana matang
- Kemampuan belajar dari pengalaman
2. Pengetahuan
- Cara membuat bivak
- Cara memperoleh air
- Cara mendapatkan makanan
- Cara membuat api
- Pengetahuan orientasi medan
- Cara mengatasi gangguan binatang
- Cara mencari pertolongan
3. Pengalaman dan latihan
- Latihan mengidentifikasikan tanaman
- Latihan membuat trap, dll
4. Peralatan
- Kotak survival
- Pisau jungle , dll
5. Kemauan belajar
Langkah yang harus ditempuh bila saudara atau kelompok anda
tersesat :
•
Mengkoordinasi anggota
• Melakukan
pertolongan pertama
• Melihat
kemampuan anggota
• Mengadakan
orientasi medan
• Mengadakan
penjatahan makanan
• Membuat
rencana dan pembagian tugas
• Berusaha
menyambung komunikasi dengan dunia kuar
• Membuat
jejak dan perhatian
• Mendapatkan
pertolongan
Bahaya-bahaya dalam survival
Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi,
antara lain :
1. Ketegangan dan panik
Pencegahan :
- Sering berlatih
- Berpikir positif dan optimis
- Persiapan fisik dan mental
2. Matahari / panas
- Kelelahan panas
- Kejang panas
- Sengatan panas
Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas :
- Penyakit akut/kronis
- Baru sembuh dari penyakit
- Demam
- Baru memperoleh vaksinasi
- Kurang tidur
- Kelelahan
- Terlalu gemuk
- Penyakit kulit yang merata
- Pernah mengalami sengatan udara panas
- Minum alkohol
- Dehidrasi
Pencegahan keadaan panas :
- Aklimitasi
- Persedian air
- Mengurangi aktivitas
- Garam dapur
- Pakaian :
- Longgar
- Lengan panjang
- Celana pendek
- Kaos oblong
3. Serangan penyakit
- Demam
- Disentri
- Typus
- Malaria
4. Kemerosotan mental
Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik,
histeris
Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah, Keadaan lingkungan
mencekam
Pencegahan : Usahakan tenang, sering berlatih
5. Bahaya binatang beracun dan berbisa Keracunan
Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut,
kadang-kadang
mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.
Penyebab : Makanan dan minuman beracun
Pencegahan : Air garam di minum
Minum air sabun mandi panas
Minum teh pekat
Di tohok anak tekaknya
6. Keletihan amat sangat
Pencegahan : Makan makanan berkalori
Membatasi kegiatan
7. Kelaparan
8. Lecet
9. Kedinginan
Untuk penurunan suhu tubuh
Membuat Bivak (Shelter)
Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin
Jenis-jenis Shelter :
a. Shelter asli alam
Gua : Bukan tempat persembunyian binatang
Tidak ada gas beracun
Tidak mudah longsor
b. Shelter buatan dari alam
c. Shelter buatan
Syarat Shelter :
- Hindari daerah aliran air
- Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh
- Bukan sarang nyamuk/serangga
- Bahan kuat
- Jangan terlalu merusak alam sekitar
- Terlindung langsung dari angin
Mengatasi Gangguan Binatang
a. Nyamuk
• Obat
nyamuk, autan, dll
• Bunga
kluwih dibakar
• Gombal dan
minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk
• Gosokkan
sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk
b. Laron
• Mengusir
laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan
c. Lebah
Apabila disengat lebah :
• Oleskan air
bawang merah pada luka berkali-kali
• Tempelkan
tanah basah/liat di atas luka
• Jangan
dipijit-pijit
• Tempelkan
pecahan genting panas di atas luka
d. Lintah
Apabila digigit lintah :
• Teteskan
air tembakau pada lintahnya
• Taburkan
garam di atas lintahnya
• Teteskan
sari jeruk mentah pada lintahnya
• Taburkan
abu rokok di atas lintahnya
e. Semut
• Gosokkan
obat gosok pada luka gigitan
• Letakkan
cabe merah pada jalan semut
• Letakkan
sobekan daun sirih pada jalan semut
f. Kalajengking dan lipan
• Pijatlah daerah
sekitar luka sampai racun keluar
• Ikatlah
tubuh di sebelah pangkal yang digigit
• Tempelkan
asam yang dilumatkan di atas luka
• Bobokkan
serbuk lada dan minyak goreng pada luka
• Taburkan
garam di sekeliling bivak untuk pencegahan
Membaca Jejak
Jenis :
• Jejak
buatan : dibuat oleh manusia
• Jejak alami
: tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan
Jejak alami biasanya menyatakan tentang :
• Jenis
binatang yang lewat
• Arah gerak
binatang
• Besar
kecilnya binatang
• Cepat
lambatnya gerak binatang
Membaca jejak alami dapat diketahui dari :
• Kotoran
yang tersisa
• Pohon atau
ranting yang patah
• Lumpur atau
tanah yang tercecer di atas rumput
Air
Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan
sekitar 20 ñ 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 -
5 hari saja tanpa air.
Air yang tidak perlu dimurnikan :
1. Hujan
Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke
tempat penampungan
2. Dari tanaman rambat/rotan
Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah,
air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut
3. Dari tanaman
Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut
Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :
1. Air sungai besar
2. Air sungai tergenang
3. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5
meter dari batas pasang surut)
4. Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali
lubang di bawah batuan
5. Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon
pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan
keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan
Makanan
Patokan memilih makanan :
• Makanan
yang di makan kera juga bisa di makan manusia
•
Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok
• Hindari
makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo
• Tanaman
yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu
sesaat. Apabila aman bisa dimakan
• Hindari
makanan yang terlalu pahit atau asam
Hubungan air dan makanan
• Untuk
makanan yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit
• Makanan
ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan
• Makanan
yang mengandung protein butuh air yang banyak
Tumbuhan yang dapat dimakan
Dari batangnya :
• Batang
pohon pisang (putihnya)
• Bambu yang
masih muda (rebung)
• Pakis
dalamnya berwarna putih
• Sagu
dalamnya berwarna putih
• Tebu
Dari daunnya :
• Selada air
• Rasamala
(yang masih muda)
• Daun mlinjo
• Singkong
Akar dan umbinya :
• Ubi jalar,
talas, singkong
Buahnya :
• Arbei, asam
jawa, juwet
Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :
• Jamur
merang, jamur kayu
Ciri-ciri jamur beracun :
• Mempunyai
warna mencolok
• Baunya
tidak sedap
• Bila
dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning
• Sendok
menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan
• Bila diraba
mudah hancur
• Punya
cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya
• Tumbuh dari
kotoran hewan
•
Mengeluarkan getah putih
Binatang yang bisa dimakan :
• Belalang
• Jangkrik
• Tempayak
putih (gendon)
• Cacing
• Jenis
burung
• Laron
• Lebah ,
larva, madu
• Siput
• Kadal :
bagian belakang dan ekor
• Katak hijau
• Ular : 1/3
bagian tubuh tengahnya
• Binatang
besar lainnya
Binatang yang tidak bisa dimakan:
• Mengandung
bisa : lipan dan kalajengking
• Mengandung
racun : penyu laut
• Mengandung
bau yang khas : sigung
Api
Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu
diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang
kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.
1. Dengan lensa / Kaca pembesar
Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang
mudah terbakar.
2. Gesekan kayu dengan kayu.
Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan
dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala,
sehingga terbakar
3. Busur dan gurdi
Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu
atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan
sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.
Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar
kelapa, atau daun aren
Survival kit
Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam
perjalanan :
•
Perlengkapan memancing
• Pisau
• Tali kecil
• Senter
• Cermin
suryakanta, cermin kecil
• Peluit
• Korek api
yang disimpan dalam tempat kedap air
• Tablet
garam, norit
• Obat-obatan
pribadi
• Jarum +
benang + peniti
SHELTER
Shelter dibutuhkan untuk berteduh, berlindung dari tiupan
angin, hujan dan tempat beristirahat serta
menjaga kehangata n tubuh. Shelter dapat dibuat daari
bermacam-macam bahan seperti parasut,
ponco, lembaran plastik atau daun-daunan yang banyak di
hutan. Bentuk shelter tidak baku,
tergantung dari bahan yang digunakan. Ada shelter yang
dibuat untuk sementara dan ada shelter
yang dibuat untuk waktu yang lama. Yang perlu diperhatikan
dalam membuat shelter adalah
memilih tempat yang sesuai.
Syarat-syarat tempat yang baik :
• Kering
• Jauh dari
pohon mati atau pohon yang mau roboh
• Jauh dari
sarang serangga
• Jauh dari
lintasan binatang
• Dekat
dengan sumber air minum
• Tidak
berada dibawah pohon yang sendirian atau paling tinggi
Saat mencari shelter, pikirkan perlindungan jenis apakah
yang dibutuhkan, cuaca, iklim, ekosistem
dapat dijadikan referensi. Semua tergantung kondisi alam.
Gunakan bahan dan sumber daya alam
sebaik-baiknya. Kita dapat menggunakan kayu, daun, batu
sebagai media pembuatan shelter.
Hasty shelter. Kita dapat menggunakan cerukan di pada tebing
untuk digunakan sebagai tempat
berlindung jika tidak ada material sama sekali untuk membuat
shelter. Lindungi tubuh dengan apa
saja untuk menangkis angin yang datang.
Bough shelter. Dahan besar yang roboh dapat digunakan
sebagai media shelter. Perhatikan juga
keamanan shelter.
Root shelter. Lubang dari pohon yang roboh seakar-akarnya
dapat digunakan untuk shelter.
Bersihkan tanahnya dan ratakan. Beri tambahan atap pelindung.
Natural hollow. Bila ada lubang ditanah yang mirip gua.
Gunakan sebagai shelter. Sebaiknya
periksa terlebih dahulu apakah lubang itu sarang binatang
atau bukan.
Stone barrier. Jika kita memasuki daerah yang banyak batu,
kita dapat menggunakan batu dengan menyusunnya menjadi tempat yang nyaman.
Sapling shelter. Pepohonan muda yang tumbuh sejajar dapat
digunakan sebagai rangka shelter.
Shelter sheet. Parasut, ponco atau lembaran plastik dapat
dipakai sebagai shelter dengan bermacam bentuk.
Open lean to sheet. Kita dapat memanfaatkan dua batang pohon
dan kayu sebagai penyangga shelter.
AIR DAN CARA MENDAPATKANNYA
Air merupakan salah satu hal penting yang harus kita
dapatkan dalam kondisi survival. Kita tidak dapat hidup tanpa air, terutama di
daerah dengan iklim panas dimana kita akan kehilangan cairan melalui keringat.
Bahkan, di daerah dingin sekalipun, kita tetap membutuhkan air. Tanpa air,
rata-rata orang hanya akan mampu bertahan selama 3 hari meskipun mempunyai
makanan yang cukup.
Namun dengan adanya air kita dapat bertahan selama 3 minggu
walaupun tanpa makanan. Jangan sia-siakan air yang ada jika ingin dapat hidup
lebih lama. Rata-rata, tubuh akan kehilangan 2-3 liter air per hari. Bahkan
jika kita tidak melakukan kegiatan apapun, tubuh akan tetap kehilangan cairan.
Kehilangan cairan merupakan metabolisme normal pada tubuh.
Keringat, urine dan buang air besar merupakan kondisi wajar. Pada temperatur 20
derajat Celcius kita membutuhkan 2-3 liter air setiap harinya. Faktor lain
seperti paparan panas, suhu dingin, aktivitas yang intense, ketinggian altitude
atau sakit dapat menyebabkan tubuh lebih banyak kehilangan cairan. Kita wajib
mengganti kehilangan cairan ini, sebab dehidrasi dapat menghambat efisiensi
bahkan dapat menyebabkan syok tubuh yang membahayakan.
• Kehilangan
5 persen cairan tubuh dapat menyebabkan tubuh lemah, mual dan emosi yang sulit
terkontrol.
• Kehilangan
10 persen cairan tubuh dapat menyebabkan sakit kepala, kesulitan berjalan dan
kehilangan kendali tubuh.
• Kehilangan
15 persen cairan tubuh dapat menyebabkan pandangan menjadi pudar, sakit saat
buang air kecil, lidah kelu, tuli dan mati rasa pada kulit.
• Kehilangan
cairan tubuh lebih dari 15 persen dapat menyebabkan kematian.
Tanda dan gejala bahwa tubuh kekurangan cairan yaitu :
• Pengeluaran
urine yang sedikit dan berwarna gelap
• Mata sayu
dan gelap
• Penat dan
lelah
• Emosi yang
tidak stabil
• Kehilangan
elastisitas kulit
• Pembuluh
darah lemah
• Lidah yang
terasa kering
• Rasa haus.
Beberapa orang tidak dapat menghabiskan lebih dari satu
liter air dalam satu waktu. Jadi, walaupun kita tidak haus kita tetap harus
mengkonsumsi air sedikit demi sedikit setiap jamnya untuk mencegah dehidrasi.
Jika kita memiliki tekanan baik fisik atau pun kejiwaan, maka kita wajib
mengkonsumsi air lebih banyak dari biasanya. Minimal 6 sampai 8 liter air wajib
kita konsumsi setiap harinya.
Tehnik dasar mencegah dehidrasi :
• Selalu
minum air ketika makan. Air dapat membantu tubuh mencerna makanan agar lebih
lunak bagi lambung.
• Latih tubuh
kita untuk dapat menyesuaikan diri pada iklim dan kondisi alam.
• Hemat
cairan tubuh. Keringat yang berlebihan dapat menguras cairan tubuh kita. Dalam
kondisi survival sebaiknya kita membatasi gerakan atau pekerjaan yang ekstreme.
•
Mengkonsumsi setengah liter air yang dicampur dua sendok teh gula secara rutin
setiap hari dapat membantu mencegah dehidrasi.
SINYAL DARURAT
Satu hal yang harus kita perhatikan saat berada dalam
kondisi survival adalah kita harus dapat berkomunikasi dengan regu atau tim
penyelamat. Sebagai survivor kita harus memastikan bahwa setiap pesan yang kita
kirimkan tidak akan mencelakakan diri di kemudian hari, dan penerima pesan
dapat mengerti pesan yang disampaikan. Pola geometri seperti garis lurus, lingkaran,
segitiga atau
tanda silang dapat digunakan. Begitu pula kode visual
seperti api, asap, kilatan cahaya, atau pola kontras dapat membantu orang lain
atau tim penyelamat mengetahui lokasi kita.
PENERAPAN
Dalam mengaplikasikan sinyal darurat, kita harus mencari
lokasi datar dan luas pada area yang mudah dilihat orang lain. Gunakan sinyal
jelas yang mudah dibuat. Apapun tehnik dan peralatan sinyal yang dilakukan,
pastikan kita dapat menerapkannya. Dalam artian kita mengerti betul setiap kode
yang digunakan. Sebagai contoh, jika kita menggunakan kode morse, maka kita
wajib mengerti setiap arti dari kode-kode tersebut. Melakukan latihan dan
mempelajari tehnik, peralatan sinyal sebelum kita memerlukan dapat menjadi
solusi jika kita suatu waktu terjebak dalam kondisi darurat. Menguasai tehnik
dan peralatan sinyal dapat meningkatkan kesempatan untuk survive.
TEHNIK MEMBUAT SINYAL
Ada dua cara utama untuk dapat berkomunikasi menggunakan
sinyal, visual dan audio. Cara yang dapat kita gunakan tergantung kondisi dan
peralatan yang ada. Apapun caranya, pastikan kode visual dan audio siap
digunakan.
Kode Visual
Api. Dalam keadaan gelap, api merupakan salah satu solusi
efektif untuk membuat sinyal.
Membuat api besar pada permukaan tanah berbentuk segitiga
atau garis lurus sepanjang 25 meter dapat membantu orang lain mengetahui
keadaan kita. Buatlah api jika waktu dan situasi memungkinkan dan jaga sampai
kita membutuhkannya. Dan jangan membuat api jika tidak ada orang, atau tim
penyelamat yang melihat, karena akan percuma. Pastikan api mudah dilihat,
contohnya jika dalam hutan, api tidak tertutup pepohonan.
Dalam keadaan survival sendirian, menjaga tiga buah api
sekaligus merupakan hal yang sulit, maka api berbentuk garis lurus merupakan
pilihan terbaik. Membakar pohon merupakan cara lain untuk memancing perhatian.
Kita dapat meletakkan kayu-kayu kering pada cabang bagian bawah dan
menyulutnya. Kita dapat menambahkan dedaunan hijau agar asap yang terbentuk
semakin banyak sebelum pohon terbakar habis. Pastikan kita memilih pohon yang
terisolasi, sehingga kita tidak
memicu kebakaran hutan yang justru membahayakan diri
sendiri.
Asap.
Di siang hari, membuat dan menggunakan asap untuk memancing
perhatian dapat dilakukan. Cobalah membuat asap yang kontras, contohnya : jika
permukaan tanah gelap maka buatlah asap dengan warna terang/putih, dan jika
permukaan tanah terang buat asap dengan warna gelap/hitam.
Jika kita menambahkan dedaunan hijau, lumut atau sedikit air
pada api, maka akan terbentuk asap yang berwarna putih. Namun jika menambahkan
karet atau kain yang dibasahi oli, maka akan kita akan mendapatkan asap yang
berwarna hitam.
Harap di ingat, sinyal asap hanya efektif pada cuaca cerah
dan tenang. Angin kencang dan hujan dapat membuyarkan asap, sehingga kecil kemungkinan
untuk dapat dilihat.
Cahaya.
Cahaya berwarna merah merupakan kode internasional untuk
keadaan darurat, oleh karena itu, gunakanlah kode cahaya merah kapanpun disaat
waktu memungkinkan. Warna lain dapat digunakan untuk membantu tim pencari mengetahui
lokasi kita. Kita dapat menggunakan senter, pen flare, star cluster dan
sebagainya. Cermin.
Pada siang hari, cermin merupakan peralatan terbaik untuk
membuat sinyal. Jika kita tidak memiliki cermin, kita dapat menggunakan benda
mengkilap yang dapat memantulkan sinar matahari. Arahkan kilatan cahaya pada
pesawat, helikopter, kapal, perahu atau posisi tim pencari sehingga tim pencari
mengetahui lokasi kita. Kabut dan bayangan dapat membuat pilot kesulitan
mengetahui lokasi kita.
Maka jika memungkinkan carilah lokasi yang lebih tinggi dari
area sekitarnya. Jika kita tidak dapat melihat dan menentukan posisi pesawat
atau kapal, arahkan kilatan cahaya pada arah suara pesawat.
PERHATIAN :
Jangan membuat sinyal kilatan secara cepat dan acak, dalam
keadaan perang pilot dapat menganggap itu merupakan kilatan tembakan musuh. Dan
jangan menyorot bagian kokpit dalam waktu yang lama, sebab dapat menganggu
pandangan pilot.
CATATAN :
Beberapa pilot melaporkan dapat melihat kode kilatan cahaya
dari jarak lebih dari 160 kilometer dalam kondisi ideal. Artinya sinyal
menggunakan cermin cukup efektif.
Pakaian. Menyusun pakaian pada permukaan tanah atau di atas
pohon merupakan cara lain untuk membuat sinyal. Gunakan bahan yan memiliki
warna cukup kontras dari lingkungan sekitar. Susun pakaian menjadi bentuk
geometri yang besar agar mudah dilihat dari jauh. Kita dapat menggunakan ponco,
parasut, tenda atau material lain untuk membuat sinyal.
Material Alami. Jika kita tidak memiliki material lain, kita
dapat mengunakan material alam untuk membuat simbol. Kita dapat membuat
gundukan tanah yang dapat menimbulkan bayangan, semak-semak, dedaunan, atau
batu. Buatlah pola kontras pada area sinyal. Contohnya, pada area semak-semak
kita dapat memotong atau menidurkan semak membentuk pola geometri sinyal.
Kode Audio
Radio Panggil. Jika kita memiliki perangkat radio pangil, HT
atau AN/PRC, kita dapat mengirimkan pesan pada tim penyelamat. Gelombang radio
yang dapat ditempuh dapat bervariasi tergantung receiver, area, ketinggian
medan, kelebatan vegetasi, cuaca, kondisi baterai, jenis radio dan gangguan
sinyal. Untuk mendapatkan performa maksimal dari radio :
• Kirimkan
pesan pada cuaca yang cerah dan area yang tidak terhalang
• Pastikan
antena berada pada sudut yang tepat dan jauhkan benda yang dapat menghalangi
sinyal, seperti baju, tubuh, daun atau tanah
• Perhatikan
kondisi baterai, matikan radio jika tidak digunakan. Dalam cuaca dingin
letakkan baterai dalam pakaian agar tidak terpapar dingin secara langsung. Suhu
dingin dapat mengurangi daya baterai
• Pastikan
radio dan baterai selalu kering. Percikan air dapat merusak sirkuit.
Peluit.
Penggunaan peluit merupakan cara terbaik untuk membuat
sinyal dalam jarak yang cukup dekat. Suara peluit dapat didengar hingga radius
1,6 kilometer. Dengan peluit, kita dapat mengirimkan sinyal dan pesan
menggunakan kode morse.
Suara Tembakan.
Kode ini biasanya digunakan oleh tentara dalam keadaan
darurat. Dengan menembakkan peluru sebanyak tiga kali berturut-turut.
KODE DAN SINYAL
SOS.
Kita dapat menggunakan cahaya senter, suara peluit atau
bendera untuk menyampaikan sinyal darurat. SOS merupakan kode internasional
yang menandakan keadaan darurat dalam sandi morse.
Tiupan peluit atau cahaya senter tiga kali panjang, tiga
kali pendek, tiga kali panjang yang di ulang setiap satu menit merupakan kode
sinyal SOS. Jika menggunakan bendera, pegang bendera pada sisi kiri untuk tanda
garis dan pada sisi kanan untuk tanda titik.
Kode Darurat dari Daratan ke Udara.
Kode ini memiliki lima buah pola pasti yang tiap pola
memiliki arti berbeda. Membuat pola dengan rasio minimum lebar 1 meter dan
panjang 6 meter.
Dan jika pola yang kita buat lebih besar, maka rasio yang
digunakan tetap Pastikan sinyal memiliki warna yang kontras dengan lingkungan
sekitar dan berada pada tempat yang mudah dilihat dari udara.
V = Membutuhkan Asisten
X = Membutuhkan Pendamping Medis
N = No atau Negatif atau Tidak
Y = Ya atah Affirmative
↑ = Kearah
Sini
Ada beberapa langkah yang direkomendasikan dalam melakukan
survival antara lain ;
1. Mengkoordinasikan anggota, bila beberapa orang, pilihlah
salah seorang dari kelompok sebagai ketua. Seorang ketua sangat diperlukan
untuk mengatur dan menentukan keputusan bila terjadi perselisihan.
2. Melakukan pertolongan pertama, obatilah anggota yang
sakit agar tidak menjadi lebih parah. Dalam keadaan seperti ini penyakit yang
ringan dapat berkembang bahkan dapat menyulitkan kita nantinya.
3. Melihat kemampuan dan keadaan anggota kelompok, hal ini
akan berguna dalam pembagian tugas. Bedakan berdasarkan kondisi kesehatan,
fisik dan mental. Karena jika salah memberikan tugas pada seseorang akan
menghambat rencana bahkan dapat berakibat fatal.
4. Mengadakan orientasi medan, usahakan untuk mengetauhi
posisi kita, kemungkinan pemukinan penduduk, dan perkiraan jalan keluar.
5. Mengadakan penjatahan makanan, perhitungkan jumlah
makanan yang tersedia, jumlah anggota, perkiraan waktu. Disamping itu, mencari
sumber makanan yang harus diusahakan dari luar rencana penjatahan. Mengenai
cara mendapatkan makanan dan air akan dibahas lebih lanjut.
6. Membuat rencana kegiatan dan pembagian tugas, rencana
yang dibuat se-rasional mungkin dan berdasarkan pertimbangan yang matang.
Pembagian tugas sesuaikan dengan kondisi saat itu.
7. Usahakan menyambung komunikasi dengan dunia luar, jangan
melakukan hal-hal yang berlebihan terlebih menguras tenaga kita. tandailah
jalan yang telah kita lewati dan mencari perhatian dengan cara membuat asap,
menjemur pakaian di tempat tinggi dan atau terbuka, memantulkan sinar matahari
dengan cermin dan lain-lain.
8. Mencari pertolongan. Selalu dan selalu berusaha mencari
pertolongan. Buatlah kode-kode dari darat ke udara yang dapat membantu tim
penolong, khususnya yang mencari survivor lewat udara. Tanda-tanda yang
diberikan harus berukuran cukup besar, menyolok, kontras dengan warna latar
belakangnya, dan ditempatkan di tempat yang mudah terlihat dari udara dan atau
dari kejauhan. Isyarat boleh dibuat dari benda atau bahan apa saja yang mudah
diperoleh.
SURVIVAL 1
Mengapa orang yang tersesat di hutan mati ? Karena dia putus
asa. Ya, putus asa membuatnya tidak mau berusaha mencari jalan. Putus asa juga
membuatnya diselubungi prasangka buruk. Putus asa membuat dia mati sebelum
berusaha.
Kita juga akan merasa mati, tidak berkembang, patah harapan
dan hilang semangat karena putus asa. Putus asa mematikan seluruh potensi yang
sebenarnya sangat besar yang ada pada diri kita. Karena itu, Tuhan pun sangat
melaknat orang yang berputus asa, seperti Dia melaknat orang yang bunuh diri.
Ya, bunuh diri adalah puncak keputus asaan.
SURVIVAL 2
Mengapa orang yg berjalan di belantara rimba bisa tersesat?
Karena dia merasa sudah banyak tahu dan paling tahu, padahal rimba banyak
menyimpan misteri.
Merasa banyak tahu dan paling tahu sebagai wujud merendahkan
kondisi yang ada di sekitarnya. Banyak orang yang kemudian terjebak oleh
perasaan banyak tahu dan paling tahu sehingga kurang persiapan dan menganggap
sepele tantangan yang ada.
Kurangnya persiapan membuat kondisi yang tidak
diperhitungkan menjadikan dia “tersesat” dan gagal. Sikap paling tahu
pulalah yang menyebabkan orang menyepelekan orang lain atau kondisi/lingkungan
yang padahal dia tidak memahaminya. Ya sikap merasa banyak tahu da paling tahu
benar-benar menyesatkan, tidak hanya diri sendiri tapi juga orang lain
SURVIVAL 3
Mengapa orang yang 5 hari tersesat di hutan sendirian tanpa
bekal masih bisa bertahan hidup? Karena ia mengerahkan semua kemampuannya
(makan dedaunan, berlindung di gua kecil dekat aliran sungai dan terus berdoa)
untuk bertahan hidup meski tanpa tahu apakah ada yang menemukannya atau tidak.
Lima hari bukanlah waktu yang singkat bagi seseorang yang
hilang di gunung dan hutan. Namun ketidakputusasaan dia membuatnya bertahan
hidup. Dia mengerahkan seluruh kempuannya dan membuang rasa putus asa dalam
dirinya. Namun yang paling berperan dalam menyelamatkan dia, yaitu rasa
berserah dirinya pada Tuhan dengan cara terus berdoa.
Ya, dia yakin doa akan mengantarkan keinginannya untuk
selamat pada Yang Maha Pemberi Petunjuk. Siapa yang tidak akan selamat bila
yang membimbing dan menaungi kita adalah Sang Maha Pemberi Petunjuk.
#sharingbykaumurbangroup