Friday, 30 December 2016

NAVIGASI


Pengertian Navigasi

Navigasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan arah, kedudukan tempat kita berada maupun orang lain serta menentukan lintasan atau jalur perjalanan agar sampai pada tujuan yang diinginkan. Ada berbagai macam tipe navigasi, navigasi  darat, laut, dan udara, masing – masing mempunyai ciri khas tersendiri dalam segi penerapan ilmunya. Dalam buku ini hanya akan dibahas mengenai navigasi di daratan saja, termasuk navigasi di sungai dan pantai, atau biasa dikenal dengan istilah Navigasi darat.

Kemampuan dalam bernavigasi  sangat  ditentukan oleh pengalaman seseorang, semakan sering seseorang melakukan kegiatan navigasi maka  akan semakin mudah dan lancar baginya dalam bernavigasi.
                
Persiapan Alat Navigasi

Berikut adalah alat – alat yang biasa digunakan untuk melakukan navigasi :
           Peta
           Kompas
           Alat tulis ( busur, penggaris, protaktor, pinsil, jangka ukur, buku lapang, dll )
           Alat penunjuk ketinggian tempat ( Altimeter )
           Alat penunjuk kedudukan tempat (GPS)
               
Peta

Peta adalah suatu presentasi di atas bidang datar baik seluruh atau sebagian  permukaan bumi, yang dilihat dari atas dan diperkecil dengan perbandingan tertentu. Peta dilengkapi dengan keterangan-keterangan yang diperlukan.

Jenis jenis Peta

Ada beberapa jenis peta yang dibuat tergantung tujuan penggunaannya, diantaranya adalah :
  1. Peta Topograpi : Menampilkan sebagian unsur buatan manusia dan alam dengan proyeksi tertentu.
  2. Peta Geologi : Menampilkan informasi keadaan geologis.
  3. Peta Tematik : Menyajikan isi dan kepentingan tertentu dengan menggunakan peta dasar.
  4. Dll.
                
Perawatan Peta

Sebagian besar kerusakan peta terjadi akibat pemakaian dan penyimpanan yang tidak baik, hal tersebut dapat menyebabkan peta sobek dan lapuk, ada beberapa cara menyimpan dan merawat peta yaitu :

  1. Menyimpan dalam lemari khusus peta.
  2. Menggulung, kemudian dimasukan kedalam tempat khusus peta yang kedap air (tabung peta).
  3. Memasukan kedalam kantong plastik.
  4. Laminating.
  5. Menyemprot dengan bahan pelindung khusus.
Informasi Pada Peta

Informasi yang terdapat pada peta bertujuan agar pembaca dapat lebih memahami peta yang dimaksud. Dalam hal ini yang dibahas adalah peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), yang merupakan peta acuan dan standar di Indonesia dan diterbitkan oleh Badan Informasi Geospasial  (BIG).berikut beberapa informasi yang umum tercantum dalam peta :

Badan Peta

Merupakan informasi berupa gambar peta itu sendiri, untuk skala 1 : 50.000 sebesar 15’ x 15’ atau ± 56 cm x 56 cm. Terletak mendominasi sisi kiri atas tanpa tepi untuk memudahkan penggabungan dengan peta lain di sebelahnya.

Judul Peta

Judul peta Mencerminkan isi sekaligus tipe peta. Penulisan judul biasanya di bagian atas tengah, atas kanan, atau bawah.Walaupun demikian, sedapat mungkin diletakkan di kanan atas.  Umumnya mencantumkan Skala, nomor lembar peta, nama daerah atau identitas yang menonjol, Judul peta umumnya disisi kanan atas atau tepat di atas tengah peta. untuk besaran peta biasanya menggunakan nama provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, atau kelurahan.

Skala

Perbandingan ukuran atau jarak antara yang digambarkan di peta dengan jarak dilapangan dikenal dengan istilah skala.  Dalam peta dikenal dua macam skala yang sering dicantumkan secara berdampingan, yaitu skala angka dan skala gambar.

Dalam skala angka misalnya 1 : 100.000 artinya satu centimeter diatas peta sama dengan 100.000 cm atau sama dengan 1 Km di lapangan. Skala gambar dicantumkan dengan menggambarkan garis dengan jarak-jarak tertentu di peta.

Keterangan pembuatan peta

Berisi informasi pembuatan seperti cara dan tahun pembuatan, nama instansi pembuat, pada umumnya ditempatkan disisi kanan. Tahun pembutan peta sangat diperlukan untuk menghitung sudut variasi magnetis, karena kutub magnetis selalu berubah setiap tahunnya.

Legenda

Ialah keterangan – keterangan pada peta yang menjelaskan arti simbol – simbol pada peta, seperti sungai, hutan, persawahan, dan lain – lain. terdapat juga perbedaan warna dalam suatu legenda, yang berfungsi membedakan antara legenda yang satu dengan yang lainnya.

Nomor Peta

Nomor pada peta berguna untuk kita dalam mencari peta yang dibutuhkan.nomor pada peta rupa bumi berdasarkan no insert pada daftar perbesaran peta per tiap tiap lokasi.

Koordinat

Lembaran peta terbagi atas dua garis koordinat, yaitu garis horisontal dan vertikal membentuk kotak-kotak bujursangkar. Terdapat dua sistem yang biasanya ditampilkan di peta yaitu sistem koordinat Grid dan Universal (Graticule).

Kompas

Banyak jenis dan ragam kompas yang digunakan untuk membaca peta dan navigasi, walaupun  banyak perbedaan bentuk dan jenis serta ukuran tapi prinsip penggunaannya sama. Jarum kompas yang mengarah ke utara mag-netis selalu ditandai dengan ciri yang mencolok kadang kala dioles dengan fosfor agar selalu tampak meskipun di dalam gelap.  Bagian-bagian dari kompas yaitu: jarum magnet, skala lingkar mendatar, penunjuk satuan derajat yang berada tepat ditengah lingkar mendatar mempunyai nilai 0º sampai dengan 360º.

Jenis-jenis kompas

Terdapat berbagai macam jenis kompas, diantarnya adalah kompas silva, kompas jempol, kompas bidik, kompas optic, kompas prisma, kompas cermin, dan kompas digital, dalam kegiatan navigasi darat jenis kompas yang paling sering digunakan adalah kompas silva dan bidik.

Kompas Orientering

Kompas Orientering dibuat pertama kali di Swedia pada tahun 1930 oleh Kjellstrom bersaudara didisain untuk olahraga orienteering,  namun demikian sekarang dibuat banyak model dan digunakan untuk berbagai keperluan. Kompas ini dapat digunakan untuk ploting, menghitung arah dengan cepat dan tepat diatas peta tanpa menggunakan busur karena memang merupakan kombinasi dari keduanya.

Kompas Bidik

Kompas bidik digunakan untuk membidik mengetahui azimuth suatu objek, yang termasuk kompas ini antara lain : Kompas prisma, kompas lensa, kompas cermin, kompas optis, kompas digital (ada juga yang tergabung dengan GPS). Kompas Lensa dilengkapi lensa pembesar yang memungkinkan dapat membaca angka pada piring plat secara tepat,  pada bak kompas terisi dengan cairan yang memudahkan untuk pergerakan piringan untuk dapat berputar berhenti dengan cepat.

Altimeter

Altimeter adalah suatu alat untuk mengukur ketinggian tempat dari permukaan laut. Altimeter manual ataupun digital bekerja dengan cara mengukur tekanan udara. dengan adanya altimeter kita dapat mengetahui posisi ketinggian dimana kita berada, dalam tehnik reseksi altimeter dapat digunakan dengan cara mencari perpotongan antara  garis kontur dengan sudut yang dibentuk.  Altimeter harus dikalibrasi sebelum digunakan, kalibrasi dapat dilakukan di tempat yang sudah dipastikan ketinggianya, seperti stasiun kereta api atau bandara.  

Global Positioning Sistem ( GPS )

Global Positioning System (GPS) adalah peralatan system radio navigasi global yang menerima data dari beberapa satelit dan stasiun bumi, mempunyai keakuratan yang tinggi dalam menentukan posisi dan memetakan suatu lokasi yang diminta.Mampu menunjukan posisi lintang, bujur, ketinggian suatu tempat, waktu yang tepat, posisi bulan atau matahari, kecepatan pergerakan, odometer, jarak serta azimuth antara satu tempat dengan tempat lainnya secara cepat, tepat dan mudah diseluruh permukaan bumi.

Data yang didapatkan dalam pengaplikasian GPS dapat disimpan dalam memory berupa waypoint, track dan route.

Orientasi Peta

Orientasi peta adalah bagaimana menempatkan dan menggunakan peta secara baik dan benar, hal ini merupakan langkah awal sebelum melakukan kegiatan navigasi darat. Tahapan dalam melakukan orientasi peta agar memperoleh pandangan muka bumi yang sesuai dengan gambaran peta adalah: 
Tempatkan Sumbu vertikal peta sejajar atau berimpit dengan arah utara di lapangan. Cocokan gambar dipeta dengan keadan lapangan, pada daerah yang dikenal agar tidak akan menemui kesulitan tetapi bila berada di daerah baru atau pada saat cuaca kurang menguntungkan untuk melakukan orientasi seperti berkabut, kompas dapat membantu mengenali atau paling tidak dapat merencakan perjalanan selanjutnya di daerah tersebut.

Azimuth

Sebelum menentukan arah perjalanan atau mencari posisi, terlebih dahulu menghitung deklinasi magnetis yang telah dibahas bagian terdahulu.  Tentukan arah tujuan pada peta dengan menghitung azimuthnya (sudut horisontal yang diukur searah jarum jam dari garis dasar atau secara ringkasnya sudut dari suatu titik terhadap arah utara pengamat) .
Di Indonesia, utara magnetis bergeser kesebelah timur dari utara peta, untuk perhitungan azimuth peta ke kompas, maka azimuth di peta dikurangi deklinasi sebaliknya untuk perhitungan azimuth kompas ke peta, maka azimuth kompas ditambah hasil perhitungan deklinasi.  Sebagai contoh bila azimuth di peta 35° dan deklinasi 2°, maka azimuth kompas adalah 35° – 2° = 33°  sebaliknya bila azimuth kompas 35° dan deklinasi 2° maka azimuth peta adalah 35° + 2° = 37°. Dengan kata lain Azimuth adalah hasil pembidikan suatu tempat lalu di tambah 2°.

Back Azimuth

Back Azimuth atau Bidik balik digunakan untuk memeriksa apakah arah yang ditempuh salah atau benar,  selisih antara azimuth keberangkatan dengan azimuth bidik balik harus (+ / -) 180°, caranya adalah sebagai berikut :
Pertama cari sebuah tanda yang mencolok pada tem pat asal perjalanan. Setelah beberapa jauh, misal sewaktu berangkat azimut yang digunakan adalah 20° maka bila kita bidik balik ketempat semula azimut yang didapat harus 20° + 180° = 200°.  Bila azimuth keberangkatan 300° maka back azimutnya adalah 300° – 180° =  120°. Bila selisih azimuth tidak sama dengan 180° maka arah perjalanan tidak benar atau  menyimpang
Dengan kata lain back azimuth adalah hasil perhitungan dari azimuth, jika azimuth <180° maka +180° jika >180° maka -180°

Reseksi

Reseksi adalah suatu cara yang digunakan untuk menentukan suatu tempat atau kedudukan dilapangan pada peta, caranya adalah sebagai berikut :
  1. Cari dua buah tanda dimedan yang diketahui dengan jelas dan tercantum dipeta, contoh : puncak gunung, pulau, tanjung dll.  Bidik arah dengan     kompas hasilnya kemudian diplotkan pada peta dengan nilai back azimuth dan diubah arahnya menjadi sudut peta, maka didapat garis ”a” lalu gambarkan di peta.
  2. Lakukan hal yang sama, untuk didapat garis b
  3. Perpotongan garis a dan garis b di peta merupakan tempat kedudukan dipeta
  
Interseksi

Adakalanya posisi kita dipeta telah diketahui tapi ada posisi dihadapan kita seperti pesawat jatuh, camp dll yang belum diketahui letaknya dipeta. Untuk mengetahuinya memakai teknik interseksi, caranya adalah sebagai berikut :
  1. Ketahui terlebih dahulu dua titik di medan yang dapat diidentifikasi dipeta. Dari kedua titik tersebut bidikan kompas ke arah tempat yang ingin diketahui posisi­nya dalam peta tersebut.
  2. Setelah diketahui azimuth magnetis dari kedua titik tersebut, perhitungkan ke azimuth peta.
  3. Berdasarkan azimuth itu tarik kedua garis dari kedua titik yang teridentifikasi di peta sehingga berpotongan pada satu titik, titik itulah tempat yang ingin diketahui posisinya dalam peta
Kadangkala dalam menentukan kedudukan di peta hanya satu titik identifikasi saja, ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk mengatasinya yaitu:

  1. Bila kita berjalan di jalan setapak atau sungai yang tercantum dipeta, maka perpotongan garis yang ditarik dari titik identifikasi dengan jalan setapak atau sungai tersebut adalah kedudukan kita
  2. Dengan menggunakan altimeter, sama dengan cara diatas perpotongan garis yang ditarik dari titik identifikasikasi dengan garis kontur pada ketinggian sesuai angka pada altimeter adalah kedudukan kita,
  3. Apabila sedang mendaki gunung, kemudia berhasil mengidentifikasi titik seperti puncak gunung, caranya adalah dengan menarik garis identiflkasi itu, lalu perkirakan berapa bagian yang telah terlewati, maka disitulah perkiraan tempat kedudukan kita.








Semoga bermanfaat :)



#sharingbykaumurbangroup



Thursday, 29 December 2016

Untukmu Sang Hati

Untukmu wahai sang hati..


Pernah berjuang lalu dipatahkan
Pernah berharap lalu dikecewakan

Sakitkah?
Bersabarlah
Allah tak tidur
Hidupmu sudah diatur
Berusaha dan berdoalah
Semuanya akan baik-baik saja..


Wednesday, 28 December 2016

SURVIVAL


Definisi Survival

Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi.
Survival adalah suatu tindakan yang paling awal yang dilakukan oleh setiap makhluk yang hidup untuk mempertahankan hidupnya dari berbagai ancaman, survival adalah perjuangan agar tetap hidup. Nah yang akan kita bahas di sini yaitu survival menurut pecinta alam:

S : Sadar dalam keadaan gawat darurat
U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R : Rasa takut dan putus asa hilangkan
V : Vitalitas tingkatkan
I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V : Variasi alam bisa dimanfaatkan
A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L : Lancar, slaman, slumun, slamet

Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival ini, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah "STOP" yang artinya :

S : Stop & seating / berhenti dan duduklah
T : Thinking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan

Mengapa Ada Survival?

Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi.
Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :

Keadaan alam (cuaca dan medan)
Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)

Banyaknya kesulitan-kesulitan biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.
Kembali ke atas kebutuhan survival yang harus dipunyai oleh seorang survivor yaitu:

1. Sikap mental
- Semangat untuk tetap hidup
- Kepercayaan diri
- Akal sehat
- Disiplin dan rencana matang
- Kemampuan belajar dari pengalaman

2. Pengetahuan
- Cara membuat bivak
- Cara memperoleh air
- Cara mendapatkan makanan
- Cara membuat api
- Pengetahuan orientasi medan
- Cara mengatasi gangguan binatang
- Cara mencari pertolongan

3. Pengalaman dan latihan
- Latihan mengidentifikasikan tanaman
- Latihan membuat trap, dll

4. Peralatan
- Kotak survival
- Pisau jungle , dll

5. Kemauan belajar


Langkah yang harus ditempuh bila saudara atau kelompok anda tersesat :

Mengkoordinasi anggota
Melakukan pertolongan pertama
Melihat kemampuan anggota
Mengadakan orientasi medan
Mengadakan penjatahan makanan
Membuat rencana dan pembagian tugas
Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia kuar
Membuat jejak dan perhatian
Mendapatkan pertolongan

Bahaya-bahaya dalam survival

Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :

1. Ketegangan dan panik
    Pencegahan :
- Sering berlatih
- Berpikir positif dan optimis
- Persiapan fisik dan mental

2. Matahari / panas
- Kelelahan panas
- Kejang panas
- Sengatan panas

Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas :
- Penyakit akut/kronis
- Baru sembuh dari penyakit
- Demam
- Baru memperoleh vaksinasi
- Kurang tidur
- Kelelahan
- Terlalu gemuk
- Penyakit kulit yang merata
- Pernah mengalami sengatan udara panas
- Minum alkohol
- Dehidrasi

Pencegahan keadaan panas :
- Aklimitasi
- Persedian air
- Mengurangi aktivitas
- Garam dapur
- Pakaian :
- Longgar
- Lengan panjang
- Celana pendek
- Kaos oblong

3. Serangan penyakit
- Demam
- Disentri
- Typus
- Malaria

4. Kemerosotan mental
Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris
Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah, Keadaan lingkungan mencekam
Pencegahan : Usahakan tenang, sering berlatih

5. Bahaya binatang beracun dan berbisa Keracunan
Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang
mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.
Penyebab : Makanan dan minuman beracun
Pencegahan : Air garam di minum
Minum air sabun mandi panas
Minum teh pekat
Di tohok anak tekaknya

6. Keletihan amat sangat
Pencegahan : Makan makanan berkalori
Membatasi kegiatan

7. Kelaparan

8. Lecet

9. Kedinginan

Untuk penurunan suhu tubuh

Membuat Bivak (Shelter)

Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin

Jenis-jenis Shelter :

a. Shelter asli alam

Gua : Bukan tempat persembunyian binatang
Tidak ada gas beracun
Tidak mudah longsor

b. Shelter buatan dari alam

c. Shelter buatan
Syarat Shelter :
- Hindari daerah aliran air
- Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh
- Bukan sarang nyamuk/serangga
- Bahan kuat
- Jangan terlalu merusak alam sekitar
- Terlindung langsung dari angin

Mengatasi Gangguan Binatang

a. Nyamuk
Obat nyamuk, autan, dll
Bunga kluwih dibakar
Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk
Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk

b. Laron
Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan

c. Lebah
Apabila disengat lebah :
Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali
Tempelkan tanah basah/liat di atas luka
Jangan dipijit-pijit
Tempelkan pecahan genting panas di atas luka

d. Lintah
Apabila digigit lintah :
Teteskan air tembakau pada lintahnya
Taburkan garam di atas lintahnya
Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya
Taburkan abu rokok di atas lintahnya

e. Semut
Gosokkan obat gosok pada luka gigitan
Letakkan cabe merah pada jalan semut
Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut

f. Kalajengking dan lipan
Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar
Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit
Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka
Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka
Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan

Membaca Jejak
Jenis :
Jejak buatan : dibuat oleh manusia
Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan

Jejak alami biasanya menyatakan tentang :
Jenis binatang yang lewat
Arah gerak binatang
Besar kecilnya binatang
Cepat lambatnya gerak binatang

Membaca jejak alami dapat diketahui dari :
Kotoran yang tersisa
Pohon atau ranting yang patah
Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput

Air

Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 ñ 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 - 5 hari saja tanpa air.

Air yang tidak perlu dimurnikan :

1. Hujan
Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan

2. Dari tanaman rambat/rotan
Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut

3. Dari tanaman
Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut


Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :

1. Air sungai besar
2. Air sungai tergenang
3. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut)
4. Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan
5. Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan

Makanan

Patokan memilih makanan :

Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia
Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok
Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo
Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan
Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam


Hubungan air dan makanan

Untuk makanan yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit
Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan

Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak

Tumbuhan yang dapat dimakan
Dari batangnya :

Batang pohon pisang (putihnya)
Bambu yang masih muda (rebung)
Pakis dalamnya berwarna putih
Sagu dalamnya berwarna putih
Tebu

Dari daunnya :
Selada air
Rasamala (yang masih muda)
Daun mlinjo
Singkong

Akar dan umbinya :
Ubi jalar, talas, singkong

Buahnya :
Arbei, asam jawa, juwet



Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :

Jamur merang, jamur kayu

Ciri-ciri jamur beracun :

Mempunyai warna mencolok
Baunya tidak sedap
Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning
Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan
Bila diraba mudah hancur
Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya
Tumbuh dari kotoran hewan
Mengeluarkan getah putih

Binatang yang bisa dimakan :

Belalang
Jangkrik
Tempayak putih (gendon)
Cacing
Jenis burung
Laron
Lebah , larva, madu
Siput
Kadal : bagian belakang dan ekor
Katak hijau
Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya
Binatang besar lainnya



Binatang yang tidak bisa dimakan:

Mengandung bisa : lipan dan kalajengking
Mengandung racun : penyu laut
Mengandung bau yang khas : sigung

Api

Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.

1. Dengan lensa / Kaca pembesar
Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.

2. Gesekan kayu dengan kayu.
Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar

3. Busur dan gurdi
Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.
Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren

Survival kit

Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan :

Perlengkapan memancing
Pisau
Tali kecil
Senter
Cermin suryakanta, cermin kecil
Peluit
Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air
Tablet garam, norit
Obat-obatan pribadi
Jarum + benang + peniti

SHELTER

Shelter dibutuhkan untuk berteduh, berlindung dari tiupan angin, hujan dan tempat beristirahat serta
menjaga kehangata n tubuh. Shelter dapat dibuat daari bermacam-macam bahan seperti parasut,
ponco, lembaran plastik atau daun-daunan yang banyak di hutan. Bentuk shelter tidak baku,
tergantung dari bahan yang digunakan. Ada shelter yang dibuat untuk sementara dan ada shelter
yang dibuat untuk waktu yang lama. Yang perlu diperhatikan dalam membuat shelter adalah
memilih tempat yang sesuai.

Syarat-syarat tempat yang baik :

Kering
Jauh dari pohon mati atau pohon yang mau roboh
Jauh dari sarang serangga
Jauh dari lintasan binatang
Dekat dengan sumber air minum
Tidak berada dibawah pohon yang sendirian atau paling tinggi

Saat mencari shelter, pikirkan perlindungan jenis apakah yang dibutuhkan, cuaca, iklim, ekosistem
dapat dijadikan referensi. Semua tergantung kondisi alam. Gunakan bahan dan sumber daya alam
sebaik-baiknya. Kita dapat menggunakan kayu, daun, batu sebagai media pembuatan shelter.
Hasty shelter. Kita dapat menggunakan cerukan di pada tebing untuk digunakan sebagai tempat
berlindung jika tidak ada material sama sekali untuk membuat shelter. Lindungi tubuh dengan apa
saja untuk menangkis angin yang datang.
Bough shelter. Dahan besar yang roboh dapat digunakan sebagai media shelter. Perhatikan juga
keamanan shelter.
Root shelter. Lubang dari pohon yang roboh seakar-akarnya dapat digunakan untuk shelter.
Bersihkan tanahnya dan ratakan. Beri tambahan atap pelindung.
Natural hollow. Bila ada lubang ditanah yang mirip gua. Gunakan sebagai shelter. Sebaiknya
periksa terlebih dahulu apakah lubang itu sarang binatang atau bukan.
Stone barrier. Jika kita memasuki daerah yang banyak batu, kita dapat menggunakan batu dengan menyusunnya menjadi tempat yang nyaman.
Sapling shelter. Pepohonan muda yang tumbuh sejajar dapat digunakan sebagai rangka shelter.
Shelter sheet. Parasut, ponco atau lembaran plastik dapat dipakai sebagai shelter dengan bermacam bentuk.
Open lean to sheet. Kita dapat memanfaatkan dua batang pohon dan kayu sebagai penyangga shelter.

AIR DAN CARA MENDAPATKANNYA
Air merupakan salah satu hal penting yang harus kita dapatkan dalam kondisi survival. Kita tidak dapat hidup tanpa air, terutama di daerah dengan iklim panas dimana kita akan kehilangan cairan melalui keringat. Bahkan, di daerah dingin sekalipun, kita tetap membutuhkan air. Tanpa air, rata-rata orang hanya akan mampu bertahan selama 3 hari meskipun mempunyai makanan yang cukup.
Namun dengan adanya air kita dapat bertahan selama 3 minggu walaupun tanpa makanan. Jangan sia-siakan air yang ada jika ingin dapat hidup lebih lama. Rata-rata, tubuh akan kehilangan 2-3 liter air per hari. Bahkan jika kita tidak melakukan kegiatan apapun, tubuh akan tetap kehilangan cairan.
Kehilangan cairan merupakan metabolisme normal pada tubuh. Keringat, urine dan buang air besar merupakan kondisi wajar. Pada temperatur 20 derajat Celcius kita membutuhkan 2-3 liter air setiap harinya. Faktor lain seperti paparan panas, suhu dingin, aktivitas yang intense, ketinggian altitude atau sakit dapat menyebabkan tubuh lebih banyak kehilangan cairan. Kita wajib mengganti kehilangan cairan ini, sebab dehidrasi dapat menghambat efisiensi bahkan dapat menyebabkan syok tubuh yang membahayakan.

Kehilangan 5 persen cairan tubuh dapat menyebabkan tubuh lemah, mual dan emosi yang sulit terkontrol.
Kehilangan 10 persen cairan tubuh dapat menyebabkan sakit kepala, kesulitan berjalan dan kehilangan kendali tubuh.
Kehilangan 15 persen cairan tubuh dapat menyebabkan pandangan menjadi pudar, sakit saat buang air kecil, lidah kelu, tuli dan mati rasa pada kulit.
Kehilangan cairan tubuh lebih dari 15 persen dapat menyebabkan kematian.
Tanda dan gejala bahwa tubuh kekurangan cairan yaitu :
Pengeluaran urine yang sedikit dan berwarna gelap
Mata sayu dan gelap
Penat dan lelah
Emosi yang tidak stabil
Kehilangan elastisitas kulit
Pembuluh darah lemah
Lidah yang terasa kering
Rasa haus.

Beberapa orang tidak dapat menghabiskan lebih dari satu liter air dalam satu waktu. Jadi, walaupun kita tidak haus kita tetap harus mengkonsumsi air sedikit demi sedikit setiap jamnya untuk mencegah dehidrasi. Jika kita memiliki tekanan baik fisik atau pun kejiwaan, maka kita wajib mengkonsumsi air lebih banyak dari biasanya. Minimal 6 sampai 8 liter air wajib kita konsumsi setiap harinya.
Tehnik dasar mencegah dehidrasi :
Selalu minum air ketika makan. Air dapat membantu tubuh mencerna makanan agar lebih lunak bagi lambung.
Latih tubuh kita untuk dapat menyesuaikan diri pada iklim dan kondisi alam.
Hemat cairan tubuh. Keringat yang berlebihan dapat menguras cairan tubuh kita. Dalam kondisi survival sebaiknya kita membatasi gerakan atau pekerjaan yang ekstreme.
Mengkonsumsi setengah liter air yang dicampur dua sendok teh gula secara rutin setiap hari dapat membantu mencegah dehidrasi.

SINYAL DARURAT
Satu hal yang harus kita perhatikan saat berada dalam kondisi survival adalah kita harus dapat berkomunikasi dengan regu atau tim penyelamat. Sebagai survivor kita harus memastikan bahwa setiap pesan yang kita kirimkan tidak akan mencelakakan diri di kemudian hari, dan penerima pesan dapat mengerti pesan yang disampaikan. Pola geometri seperti garis lurus, lingkaran, segitiga atau
tanda silang dapat digunakan. Begitu pula kode visual seperti api, asap, kilatan cahaya, atau pola kontras dapat membantu orang lain atau tim penyelamat mengetahui lokasi kita.

PENERAPAN
Dalam mengaplikasikan sinyal darurat, kita harus mencari lokasi datar dan luas pada area yang mudah dilihat orang lain. Gunakan sinyal jelas yang mudah dibuat. Apapun tehnik dan peralatan sinyal yang dilakukan, pastikan kita dapat menerapkannya. Dalam artian kita mengerti betul setiap kode yang digunakan. Sebagai contoh, jika kita menggunakan kode morse, maka kita wajib mengerti setiap arti dari kode-kode tersebut. Melakukan latihan dan mempelajari tehnik, peralatan sinyal sebelum kita memerlukan dapat menjadi solusi jika kita suatu waktu terjebak dalam kondisi darurat. Menguasai tehnik dan peralatan sinyal dapat meningkatkan kesempatan untuk survive.

TEHNIK MEMBUAT SINYAL
Ada dua cara utama untuk dapat berkomunikasi menggunakan sinyal, visual dan audio. Cara yang dapat kita gunakan tergantung kondisi dan peralatan yang ada. Apapun caranya, pastikan kode visual dan audio siap digunakan.
Kode Visual
Api. Dalam keadaan gelap, api merupakan salah satu solusi efektif untuk membuat sinyal.
Membuat api besar pada permukaan tanah berbentuk segitiga atau garis lurus sepanjang 25 meter dapat membantu orang lain mengetahui keadaan kita. Buatlah api jika waktu dan situasi memungkinkan dan jaga sampai kita membutuhkannya. Dan jangan membuat api jika tidak ada orang, atau tim penyelamat yang melihat, karena akan percuma. Pastikan api mudah dilihat,
contohnya jika dalam hutan, api tidak tertutup pepohonan.
Dalam keadaan survival sendirian, menjaga tiga buah api sekaligus merupakan hal yang sulit, maka api berbentuk garis lurus merupakan pilihan terbaik. Membakar pohon merupakan cara lain untuk memancing perhatian. Kita dapat meletakkan kayu-kayu kering pada cabang bagian bawah dan menyulutnya. Kita dapat menambahkan dedaunan hijau agar asap yang terbentuk semakin banyak sebelum pohon terbakar habis. Pastikan kita memilih pohon yang terisolasi, sehingga kita tidak
memicu kebakaran hutan yang justru membahayakan diri sendiri.

 Asap.
Di siang hari, membuat dan menggunakan asap untuk memancing perhatian dapat dilakukan. Cobalah membuat asap yang kontras, contohnya : jika permukaan tanah gelap maka buatlah asap dengan warna terang/putih, dan jika permukaan tanah terang buat asap dengan warna gelap/hitam.
Jika kita menambahkan dedaunan hijau, lumut atau sedikit air pada api, maka akan terbentuk asap yang berwarna putih. Namun jika menambahkan karet atau kain yang dibasahi oli, maka akan kita akan mendapatkan asap yang berwarna hitam.
Harap di ingat, sinyal asap hanya efektif pada cuaca cerah dan tenang. Angin kencang dan hujan dapat membuyarkan asap, sehingga kecil kemungkinan untuk dapat dilihat.

Cahaya.
Cahaya berwarna merah merupakan kode internasional untuk keadaan darurat, oleh karena itu, gunakanlah kode cahaya merah kapanpun disaat waktu memungkinkan. Warna lain dapat digunakan untuk membantu tim pencari mengetahui lokasi kita. Kita dapat menggunakan senter, pen flare, star cluster dan sebagainya. Cermin.
Pada siang hari, cermin merupakan peralatan terbaik untuk membuat sinyal. Jika kita tidak memiliki cermin, kita dapat menggunakan benda mengkilap yang dapat memantulkan sinar matahari. Arahkan kilatan cahaya pada pesawat, helikopter, kapal, perahu atau posisi tim pencari sehingga tim pencari mengetahui lokasi kita. Kabut dan bayangan dapat membuat pilot kesulitan mengetahui lokasi kita.
Maka jika memungkinkan carilah lokasi yang lebih tinggi dari area sekitarnya. Jika kita tidak dapat melihat dan menentukan posisi pesawat atau kapal, arahkan kilatan cahaya pada arah suara pesawat.
PERHATIAN :
Jangan membuat sinyal kilatan secara cepat dan acak, dalam keadaan perang pilot dapat menganggap itu merupakan kilatan tembakan musuh. Dan jangan menyorot bagian kokpit dalam waktu yang lama, sebab dapat menganggu pandangan pilot.
CATATAN :
Beberapa pilot melaporkan dapat melihat kode kilatan cahaya dari jarak lebih dari 160 kilometer dalam kondisi ideal. Artinya sinyal menggunakan cermin cukup efektif.
Pakaian. Menyusun pakaian pada permukaan tanah atau di atas pohon merupakan cara lain untuk membuat sinyal. Gunakan bahan yan memiliki warna cukup kontras dari lingkungan sekitar. Susun pakaian menjadi bentuk geometri yang besar agar mudah dilihat dari jauh. Kita dapat menggunakan ponco, parasut, tenda atau material lain untuk membuat sinyal.
Material Alami. Jika kita tidak memiliki material lain, kita dapat mengunakan material alam untuk membuat simbol. Kita dapat membuat gundukan tanah yang dapat menimbulkan bayangan, semak-semak, dedaunan, atau batu. Buatlah pola kontras pada area sinyal. Contohnya, pada area semak-semak kita dapat memotong atau menidurkan semak membentuk pola geometri sinyal.

Kode Audio
Radio Panggil. Jika kita memiliki perangkat radio pangil, HT atau AN/PRC, kita dapat mengirimkan pesan pada tim penyelamat. Gelombang radio yang dapat ditempuh dapat bervariasi tergantung receiver, area, ketinggian medan, kelebatan vegetasi, cuaca, kondisi baterai, jenis radio dan gangguan sinyal. Untuk mendapatkan performa maksimal dari radio :
Kirimkan pesan pada cuaca yang cerah dan area yang tidak terhalang
Pastikan antena berada pada sudut yang tepat dan jauhkan benda yang dapat menghalangi sinyal, seperti baju, tubuh, daun atau tanah
Perhatikan kondisi baterai, matikan radio jika tidak digunakan. Dalam cuaca dingin letakkan baterai dalam pakaian agar tidak terpapar dingin secara langsung. Suhu dingin dapat mengurangi daya baterai
Pastikan radio dan baterai selalu kering. Percikan air dapat merusak sirkuit.

Peluit.
Penggunaan peluit merupakan cara terbaik untuk membuat sinyal dalam jarak yang cukup dekat. Suara peluit dapat didengar hingga radius 1,6 kilometer. Dengan peluit, kita dapat mengirimkan sinyal dan pesan menggunakan kode morse.
Suara Tembakan.
Kode ini biasanya digunakan oleh tentara dalam keadaan darurat. Dengan menembakkan peluru sebanyak tiga kali berturut-turut.

KODE DAN SINYAL
SOS.
Kita dapat menggunakan cahaya senter, suara peluit atau bendera untuk menyampaikan sinyal darurat. SOS merupakan kode internasional yang menandakan keadaan darurat dalam sandi morse.
Tiupan peluit atau cahaya senter tiga kali panjang, tiga kali pendek, tiga kali panjang yang di ulang setiap satu menit merupakan kode sinyal SOS. Jika menggunakan bendera, pegang bendera pada sisi kiri untuk tanda garis dan pada sisi kanan untuk tanda titik.
Kode Darurat dari Daratan ke Udara.
Kode ini memiliki lima buah pola pasti yang tiap pola memiliki arti berbeda. Membuat pola dengan rasio minimum lebar 1 meter dan panjang 6 meter.
Dan jika pola yang kita buat lebih besar, maka rasio yang digunakan tetap Pastikan sinyal memiliki warna yang kontras dengan lingkungan sekitar dan berada pada tempat yang mudah dilihat dari udara.


V = Membutuhkan Asisten

X = Membutuhkan Pendamping Medis

N = No atau Negatif atau Tidak

Y = Ya atah Affirmative


= Kearah Sini

Ada beberapa langkah yang direkomendasikan dalam melakukan survival antara lain ;

1. Mengkoordinasikan anggota, bila beberapa orang, pilihlah salah seorang dari kelompok sebagai ketua. Seorang ketua sangat diperlukan untuk mengatur dan menentukan keputusan bila terjadi perselisihan.

2. Melakukan pertolongan pertama, obatilah anggota yang sakit agar tidak menjadi lebih parah. Dalam keadaan seperti ini penyakit yang ringan dapat berkembang bahkan dapat menyulitkan kita nantinya.

3. Melihat kemampuan dan keadaan anggota kelompok, hal ini akan berguna dalam pembagian tugas. Bedakan berdasarkan kondisi kesehatan, fisik dan mental. Karena jika salah memberikan tugas pada seseorang akan menghambat rencana bahkan dapat berakibat fatal.

4. Mengadakan orientasi medan, usahakan untuk mengetauhi posisi kita, kemungkinan pemukinan penduduk, dan perkiraan jalan keluar.

5. Mengadakan penjatahan makanan, perhitungkan jumlah makanan yang tersedia, jumlah anggota, perkiraan waktu. Disamping itu, mencari sumber makanan yang harus diusahakan dari luar rencana penjatahan. Mengenai cara mendapatkan makanan dan air akan dibahas lebih lanjut.

6. Membuat rencana kegiatan dan pembagian tugas, rencana yang dibuat se-rasional mungkin dan berdasarkan pertimbangan yang matang. Pembagian tugas sesuaikan dengan kondisi saat itu.

7. Usahakan menyambung komunikasi dengan dunia luar, jangan melakukan hal-hal yang berlebihan terlebih menguras tenaga kita. tandailah jalan yang telah kita lewati dan mencari perhatian dengan cara membuat asap, menjemur pakaian di tempat tinggi dan atau terbuka, memantulkan sinar matahari dengan cermin dan lain-lain.

8. Mencari pertolongan. Selalu dan selalu berusaha mencari pertolongan. Buatlah kode-kode dari darat ke udara yang dapat membantu tim penolong, khususnya yang mencari survivor lewat udara. Tanda-tanda yang diberikan harus berukuran cukup besar, menyolok, kontras dengan warna latar belakangnya, dan ditempatkan di tempat yang mudah terlihat dari udara dan atau dari kejauhan. Isyarat boleh dibuat dari benda atau bahan apa saja yang mudah diperoleh.

SURVIVAL 1
Mengapa orang yang tersesat di hutan mati ? Karena dia putus asa. Ya, putus asa membuatnya tidak mau berusaha mencari jalan. Putus asa juga membuatnya diselubungi prasangka buruk. Putus asa membuat dia mati sebelum berusaha.

Kita juga akan merasa mati, tidak berkembang, patah harapan dan hilang semangat karena putus asa. Putus asa mematikan seluruh potensi yang sebenarnya sangat besar yang ada pada diri kita. Karena itu, Tuhan pun sangat melaknat orang yang berputus asa, seperti Dia melaknat orang yang bunuh diri. Ya, bunuh diri adalah puncak keputus asaan.

SURVIVAL 2
Mengapa orang yg berjalan di belantara rimba bisa tersesat? Karena dia merasa sudah banyak tahu dan paling tahu, padahal rimba banyak menyimpan misteri.

Merasa banyak tahu dan paling tahu sebagai wujud merendahkan kondisi yang ada di sekitarnya. Banyak orang yang kemudian terjebak oleh perasaan banyak tahu dan paling tahu sehingga kurang persiapan dan menganggap sepele tantangan yang ada.

Kurangnya persiapan membuat kondisi yang tidak diperhitungkan menjadikan dia tersesat dan gagal. Sikap paling tahu pulalah yang menyebabkan orang menyepelekan orang lain atau kondisi/lingkungan yang padahal dia tidak memahaminya. Ya sikap merasa banyak tahu da paling tahu benar-benar menyesatkan, tidak hanya diri sendiri tapi juga orang lain

SURVIVAL 3
Mengapa orang yang 5 hari tersesat di hutan sendirian tanpa bekal masih bisa bertahan hidup? Karena ia mengerahkan semua kemampuannya (makan dedaunan, berlindung di gua kecil dekat aliran sungai dan terus berdoa) untuk bertahan hidup meski tanpa tahu apakah ada yang menemukannya atau tidak.

Lima hari bukanlah waktu yang singkat bagi seseorang yang hilang di gunung dan hutan. Namun ketidakputusasaan dia membuatnya bertahan hidup. Dia mengerahkan seluruh kempuannya dan membuang rasa putus asa dalam dirinya. Namun yang paling berperan dalam menyelamatkan dia, yaitu rasa berserah dirinya pada Tuhan dengan cara terus berdoa.

Ya, dia yakin doa akan mengantarkan keinginannya untuk selamat pada Yang Maha Pemberi Petunjuk. Siapa yang tidak akan selamat bila yang membimbing dan menaungi kita adalah Sang Maha Pemberi Petunjuk.


#sharingbykaumurbangroup