Friday, 30 December 2016

NAVIGASI


Pengertian Navigasi

Navigasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan arah, kedudukan tempat kita berada maupun orang lain serta menentukan lintasan atau jalur perjalanan agar sampai pada tujuan yang diinginkan. Ada berbagai macam tipe navigasi, navigasi  darat, laut, dan udara, masing – masing mempunyai ciri khas tersendiri dalam segi penerapan ilmunya. Dalam buku ini hanya akan dibahas mengenai navigasi di daratan saja, termasuk navigasi di sungai dan pantai, atau biasa dikenal dengan istilah Navigasi darat.

Kemampuan dalam bernavigasi  sangat  ditentukan oleh pengalaman seseorang, semakan sering seseorang melakukan kegiatan navigasi maka  akan semakin mudah dan lancar baginya dalam bernavigasi.
                
Persiapan Alat Navigasi

Berikut adalah alat – alat yang biasa digunakan untuk melakukan navigasi :
           Peta
           Kompas
           Alat tulis ( busur, penggaris, protaktor, pinsil, jangka ukur, buku lapang, dll )
           Alat penunjuk ketinggian tempat ( Altimeter )
           Alat penunjuk kedudukan tempat (GPS)
               
Peta

Peta adalah suatu presentasi di atas bidang datar baik seluruh atau sebagian  permukaan bumi, yang dilihat dari atas dan diperkecil dengan perbandingan tertentu. Peta dilengkapi dengan keterangan-keterangan yang diperlukan.

Jenis jenis Peta

Ada beberapa jenis peta yang dibuat tergantung tujuan penggunaannya, diantaranya adalah :
  1. Peta Topograpi : Menampilkan sebagian unsur buatan manusia dan alam dengan proyeksi tertentu.
  2. Peta Geologi : Menampilkan informasi keadaan geologis.
  3. Peta Tematik : Menyajikan isi dan kepentingan tertentu dengan menggunakan peta dasar.
  4. Dll.
                
Perawatan Peta

Sebagian besar kerusakan peta terjadi akibat pemakaian dan penyimpanan yang tidak baik, hal tersebut dapat menyebabkan peta sobek dan lapuk, ada beberapa cara menyimpan dan merawat peta yaitu :

  1. Menyimpan dalam lemari khusus peta.
  2. Menggulung, kemudian dimasukan kedalam tempat khusus peta yang kedap air (tabung peta).
  3. Memasukan kedalam kantong plastik.
  4. Laminating.
  5. Menyemprot dengan bahan pelindung khusus.
Informasi Pada Peta

Informasi yang terdapat pada peta bertujuan agar pembaca dapat lebih memahami peta yang dimaksud. Dalam hal ini yang dibahas adalah peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), yang merupakan peta acuan dan standar di Indonesia dan diterbitkan oleh Badan Informasi Geospasial  (BIG).berikut beberapa informasi yang umum tercantum dalam peta :

Badan Peta

Merupakan informasi berupa gambar peta itu sendiri, untuk skala 1 : 50.000 sebesar 15’ x 15’ atau ± 56 cm x 56 cm. Terletak mendominasi sisi kiri atas tanpa tepi untuk memudahkan penggabungan dengan peta lain di sebelahnya.

Judul Peta

Judul peta Mencerminkan isi sekaligus tipe peta. Penulisan judul biasanya di bagian atas tengah, atas kanan, atau bawah.Walaupun demikian, sedapat mungkin diletakkan di kanan atas.  Umumnya mencantumkan Skala, nomor lembar peta, nama daerah atau identitas yang menonjol, Judul peta umumnya disisi kanan atas atau tepat di atas tengah peta. untuk besaran peta biasanya menggunakan nama provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, atau kelurahan.

Skala

Perbandingan ukuran atau jarak antara yang digambarkan di peta dengan jarak dilapangan dikenal dengan istilah skala.  Dalam peta dikenal dua macam skala yang sering dicantumkan secara berdampingan, yaitu skala angka dan skala gambar.

Dalam skala angka misalnya 1 : 100.000 artinya satu centimeter diatas peta sama dengan 100.000 cm atau sama dengan 1 Km di lapangan. Skala gambar dicantumkan dengan menggambarkan garis dengan jarak-jarak tertentu di peta.

Keterangan pembuatan peta

Berisi informasi pembuatan seperti cara dan tahun pembuatan, nama instansi pembuat, pada umumnya ditempatkan disisi kanan. Tahun pembutan peta sangat diperlukan untuk menghitung sudut variasi magnetis, karena kutub magnetis selalu berubah setiap tahunnya.

Legenda

Ialah keterangan – keterangan pada peta yang menjelaskan arti simbol – simbol pada peta, seperti sungai, hutan, persawahan, dan lain – lain. terdapat juga perbedaan warna dalam suatu legenda, yang berfungsi membedakan antara legenda yang satu dengan yang lainnya.

Nomor Peta

Nomor pada peta berguna untuk kita dalam mencari peta yang dibutuhkan.nomor pada peta rupa bumi berdasarkan no insert pada daftar perbesaran peta per tiap tiap lokasi.

Koordinat

Lembaran peta terbagi atas dua garis koordinat, yaitu garis horisontal dan vertikal membentuk kotak-kotak bujursangkar. Terdapat dua sistem yang biasanya ditampilkan di peta yaitu sistem koordinat Grid dan Universal (Graticule).

Kompas

Banyak jenis dan ragam kompas yang digunakan untuk membaca peta dan navigasi, walaupun  banyak perbedaan bentuk dan jenis serta ukuran tapi prinsip penggunaannya sama. Jarum kompas yang mengarah ke utara mag-netis selalu ditandai dengan ciri yang mencolok kadang kala dioles dengan fosfor agar selalu tampak meskipun di dalam gelap.  Bagian-bagian dari kompas yaitu: jarum magnet, skala lingkar mendatar, penunjuk satuan derajat yang berada tepat ditengah lingkar mendatar mempunyai nilai 0º sampai dengan 360º.

Jenis-jenis kompas

Terdapat berbagai macam jenis kompas, diantarnya adalah kompas silva, kompas jempol, kompas bidik, kompas optic, kompas prisma, kompas cermin, dan kompas digital, dalam kegiatan navigasi darat jenis kompas yang paling sering digunakan adalah kompas silva dan bidik.

Kompas Orientering

Kompas Orientering dibuat pertama kali di Swedia pada tahun 1930 oleh Kjellstrom bersaudara didisain untuk olahraga orienteering,  namun demikian sekarang dibuat banyak model dan digunakan untuk berbagai keperluan. Kompas ini dapat digunakan untuk ploting, menghitung arah dengan cepat dan tepat diatas peta tanpa menggunakan busur karena memang merupakan kombinasi dari keduanya.

Kompas Bidik

Kompas bidik digunakan untuk membidik mengetahui azimuth suatu objek, yang termasuk kompas ini antara lain : Kompas prisma, kompas lensa, kompas cermin, kompas optis, kompas digital (ada juga yang tergabung dengan GPS). Kompas Lensa dilengkapi lensa pembesar yang memungkinkan dapat membaca angka pada piring plat secara tepat,  pada bak kompas terisi dengan cairan yang memudahkan untuk pergerakan piringan untuk dapat berputar berhenti dengan cepat.

Altimeter

Altimeter adalah suatu alat untuk mengukur ketinggian tempat dari permukaan laut. Altimeter manual ataupun digital bekerja dengan cara mengukur tekanan udara. dengan adanya altimeter kita dapat mengetahui posisi ketinggian dimana kita berada, dalam tehnik reseksi altimeter dapat digunakan dengan cara mencari perpotongan antara  garis kontur dengan sudut yang dibentuk.  Altimeter harus dikalibrasi sebelum digunakan, kalibrasi dapat dilakukan di tempat yang sudah dipastikan ketinggianya, seperti stasiun kereta api atau bandara.  

Global Positioning Sistem ( GPS )

Global Positioning System (GPS) adalah peralatan system radio navigasi global yang menerima data dari beberapa satelit dan stasiun bumi, mempunyai keakuratan yang tinggi dalam menentukan posisi dan memetakan suatu lokasi yang diminta.Mampu menunjukan posisi lintang, bujur, ketinggian suatu tempat, waktu yang tepat, posisi bulan atau matahari, kecepatan pergerakan, odometer, jarak serta azimuth antara satu tempat dengan tempat lainnya secara cepat, tepat dan mudah diseluruh permukaan bumi.

Data yang didapatkan dalam pengaplikasian GPS dapat disimpan dalam memory berupa waypoint, track dan route.

Orientasi Peta

Orientasi peta adalah bagaimana menempatkan dan menggunakan peta secara baik dan benar, hal ini merupakan langkah awal sebelum melakukan kegiatan navigasi darat. Tahapan dalam melakukan orientasi peta agar memperoleh pandangan muka bumi yang sesuai dengan gambaran peta adalah: 
Tempatkan Sumbu vertikal peta sejajar atau berimpit dengan arah utara di lapangan. Cocokan gambar dipeta dengan keadan lapangan, pada daerah yang dikenal agar tidak akan menemui kesulitan tetapi bila berada di daerah baru atau pada saat cuaca kurang menguntungkan untuk melakukan orientasi seperti berkabut, kompas dapat membantu mengenali atau paling tidak dapat merencakan perjalanan selanjutnya di daerah tersebut.

Azimuth

Sebelum menentukan arah perjalanan atau mencari posisi, terlebih dahulu menghitung deklinasi magnetis yang telah dibahas bagian terdahulu.  Tentukan arah tujuan pada peta dengan menghitung azimuthnya (sudut horisontal yang diukur searah jarum jam dari garis dasar atau secara ringkasnya sudut dari suatu titik terhadap arah utara pengamat) .
Di Indonesia, utara magnetis bergeser kesebelah timur dari utara peta, untuk perhitungan azimuth peta ke kompas, maka azimuth di peta dikurangi deklinasi sebaliknya untuk perhitungan azimuth kompas ke peta, maka azimuth kompas ditambah hasil perhitungan deklinasi.  Sebagai contoh bila azimuth di peta 35° dan deklinasi 2°, maka azimuth kompas adalah 35° – 2° = 33°  sebaliknya bila azimuth kompas 35° dan deklinasi 2° maka azimuth peta adalah 35° + 2° = 37°. Dengan kata lain Azimuth adalah hasil pembidikan suatu tempat lalu di tambah 2°.

Back Azimuth

Back Azimuth atau Bidik balik digunakan untuk memeriksa apakah arah yang ditempuh salah atau benar,  selisih antara azimuth keberangkatan dengan azimuth bidik balik harus (+ / -) 180°, caranya adalah sebagai berikut :
Pertama cari sebuah tanda yang mencolok pada tem pat asal perjalanan. Setelah beberapa jauh, misal sewaktu berangkat azimut yang digunakan adalah 20° maka bila kita bidik balik ketempat semula azimut yang didapat harus 20° + 180° = 200°.  Bila azimuth keberangkatan 300° maka back azimutnya adalah 300° – 180° =  120°. Bila selisih azimuth tidak sama dengan 180° maka arah perjalanan tidak benar atau  menyimpang
Dengan kata lain back azimuth adalah hasil perhitungan dari azimuth, jika azimuth <180° maka +180° jika >180° maka -180°

Reseksi

Reseksi adalah suatu cara yang digunakan untuk menentukan suatu tempat atau kedudukan dilapangan pada peta, caranya adalah sebagai berikut :
  1. Cari dua buah tanda dimedan yang diketahui dengan jelas dan tercantum dipeta, contoh : puncak gunung, pulau, tanjung dll.  Bidik arah dengan     kompas hasilnya kemudian diplotkan pada peta dengan nilai back azimuth dan diubah arahnya menjadi sudut peta, maka didapat garis ”a” lalu gambarkan di peta.
  2. Lakukan hal yang sama, untuk didapat garis b
  3. Perpotongan garis a dan garis b di peta merupakan tempat kedudukan dipeta
  
Interseksi

Adakalanya posisi kita dipeta telah diketahui tapi ada posisi dihadapan kita seperti pesawat jatuh, camp dll yang belum diketahui letaknya dipeta. Untuk mengetahuinya memakai teknik interseksi, caranya adalah sebagai berikut :
  1. Ketahui terlebih dahulu dua titik di medan yang dapat diidentifikasi dipeta. Dari kedua titik tersebut bidikan kompas ke arah tempat yang ingin diketahui posisi­nya dalam peta tersebut.
  2. Setelah diketahui azimuth magnetis dari kedua titik tersebut, perhitungkan ke azimuth peta.
  3. Berdasarkan azimuth itu tarik kedua garis dari kedua titik yang teridentifikasi di peta sehingga berpotongan pada satu titik, titik itulah tempat yang ingin diketahui posisinya dalam peta
Kadangkala dalam menentukan kedudukan di peta hanya satu titik identifikasi saja, ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk mengatasinya yaitu:

  1. Bila kita berjalan di jalan setapak atau sungai yang tercantum dipeta, maka perpotongan garis yang ditarik dari titik identifikasi dengan jalan setapak atau sungai tersebut adalah kedudukan kita
  2. Dengan menggunakan altimeter, sama dengan cara diatas perpotongan garis yang ditarik dari titik identifikasikasi dengan garis kontur pada ketinggian sesuai angka pada altimeter adalah kedudukan kita,
  3. Apabila sedang mendaki gunung, kemudia berhasil mengidentifikasi titik seperti puncak gunung, caranya adalah dengan menarik garis identiflkasi itu, lalu perkirakan berapa bagian yang telah terlewati, maka disitulah perkiraan tempat kedudukan kita.








Semoga bermanfaat :)



#sharingbykaumurbangroup



No comments:

Post a Comment